Thursday, 1 January 2009

Kedatangan Tahun 2009 Akan Disambut Dengan Gerhana Matahari

Fenomena alam seperti gerhana matahari atau gerhana bulan adalah hal yang biasa sebagai sunnatullah dan kapan akan terjadi gerhana itu pun dapat dihutung secara akurat karena matahari, bulan dan bintang selalu berjalan pada sumbulah (rel) nya masing-masing.
Pada tahun 2009 diperhitungkan akan terjadi lima kali gerhana, yaitu dua kali gerhana matahari dan tiga kali gerhana bulan. Gerhana matahari pertama tahun ini akan terjadi pada tanggal 26 Januari 2009 sebagai gerhana matahari cincin, karena tidak seluruh permukaan cahaya matahari tertutup dengan bayangan bulan pada saat puncak gerhana, akan tetapi masih tersisa cahaya matahari ditepi piringannya berbentuk cincin.
Di Banda Aceh dapat disaksikan gerhana matahari cincin pada tanggal 26 Januari 2009. Tetapi tidak dapat melihat bentuknya seperti cincin karena wilayah pusat gerhana berjauhan dengan Banda Aceh. Gerhana matahari cincin ini secara utuh dapat disaksikan di Republik Mauritius dan sekitarnya. Untuk pengamatan di Indonesia Bahagian Barat, diperhitungkan sentuhan piringan awal atau kontak pertama terjadi pada pukul 15.33.30 WIB, puncak gerhana pukul 16.46.10 WIB, sentuhan piringan terakhir terjadi pada pukul 17.58.50 WIB.
Gambar di atas memperlihatkan tampilan dan data matahari pada saat puncak gerhana untuk tempat pengamatan lokasi pantai Lhoknga (Gedung observasi hilal BHR NAD) dengan koordinat tempat 95° 14’ 33” Bujur Timur dan 5° 27’ 55” Lintang Utara.
Gerhana matahari cincin ( Annular Solar Eclipse ) seri Saros 131 yang ke-50 ini akan merambah jalur dari Samudera Hindia sebelah selatan perairan benua Afrika, prosesnya mulai pukul 04.56 GMT (pk 11.56 WIB) kemudian menelusuri Samudera Hinda lalu masuk daratan Sumatera, Kalimantan dan sebagian propinsi Gorontalo sebelum berakhir di perairan Selatan Mindanao, Philipina pada pukul 11.01 GMT (pk. 18.01 WIB).
Gerhana matahari total dalam tahun 2009 akan terjadi pada tanggal 22 Juli 2009, mulai pukul 23.58 sampai dengan 05.12 GMT yang akan melewati daratan India, Nepal, Bhutan dan Tiongkok. Jepang adalah salah satu Negara yang dapat menyaksikan gerhana matahari total tersebut secara sempurna. Di wilayah Indonesia pada umumnya dan khususnya di Banda Aceh tidak dapat disaksikan gerhana total ini.
Masyarakat yang hendak melihat Gerhana tidak boleh langsung menatap matahari, karena dapat merusak penglihatan oleh karenanya harus menggunakan peralatan pengaman seperti kamera berfilter atau peralatan lainnya seperti film negatif beberapa lapis.
Selain gerhana matahari, dalam tahun 2009 juga akan terjadi tiga kali gerhana bulan penumbral ( tanggal 9 Februari, 7 Juli dan 6 Agustus 2009 ). Gerhana tipe ini sering tak dianggap karena terjadi ketika bulan melintasi bayangan penumbra bumi yang lumayan terang, sehingga sulit dilihat dengan mata telanjang. Bayangan penumbra adalah bayangan sebagian yang masih memungkinkan cahaya matahari langsung mengenai bulan dari pantulan sinar matahari berjalan dari sisi kiri ke kanan satelit alam bumi itu.
Secara alamiah, garis sumbu bumi yang miring sebanyak 23,5 derajat itu memungkinkan bulan untuk berada pada satu garis sumbu bersama dengan matahari. Gerhana hanya terjadi jika bulan melintasi bayangan inti (umbra) bumi.
Harus diingat, gerhana bulan hanya terjadi pada saat purnama. Bila hanya sebagian cakram bulan yang melewati umbra, disebut gerhana parsial. Jika seluruh cakram bulan memasuki bayangan umbra, terjadilah apa yang disebut gerhana bulan total. Selama gerhana bulan total, cakram bulan bisa berubah warna dari jingga terang menjadi merah darah sampai cokelat gelap dan abu-abu gelap, meski yang terakhir ini jarang terjadi. Selain gerhana total dan parsial, sebenarnya ada gerhana penumbral.
Pada saat Gerhana, umat muslim akan mengadakan sholat gerhana di tempatnya masing-masing.


No comments:

Post a Comment